INGIN KONSULTASI DG KAMI :

 

kiswandi

 

  maryanto

STROKE PARAH, 1/3 OTAK RUSAK

TAHITIAN NONI JUICE INDONESIA di Facebook
RSS Feed

KENCING MANIS / DIABETES II

image

Obat-Obat yang mengurangi pengeluaran Insulin oleh Pankreas

Sulfonylureas

Menurut sejarah, peningkatan pengeluaran insulin oleh pankreas sudah menjadi area utama yang ditargetkan oleh obat-obat yang digunaka untuk merawat diabetes tipe 2. Obat-obat yang meningkatkan pengeluaran insulin termasuk pada suatu kelompok dari obat-obat yang disebut sulfonylureas . Sulfonylureas utamanya menurunkan tingkat-tingkat glukosa darah dengan meningkatkan pelepasan insulin dari pankreas. Generasi-generasi tua dari obat ini termasuk chlorpropamide dan tolbutamide , dimana obat-obat yang lebih baru termasuk glyburide (DiaBeta) , glipizide (Glucotrol) , dan glimepiride (Amaryl) . Obat-obat ini efektif dalam menurunkan gula darah secara cepat namun mempunyai risiko menyebabkan hypoglycemia (tingkat-tingkat gula darah yang abnormal rendah dan berbahaya). Sebagai tambahan, mereka adalah obat-obat yang mengandung sulfa dan harus dihindari oleh pasien-pasien yang alergi terhadap sulfa .

Meglitinides - repaglinide (Prandin) dan nateglinide (Starlix)

Kelompok dari obat-obat yang dikenal sebagai meglitinides adalah relatif baru. Meglitinides juga bekerja pada pankreas untuk mempromosikan pengeluaran insulin. Tidak seperti sulfonylureas yang mengikat pada reseptor-reseptor pada sel-sel yang memproduksi insulin, meglitinides bekerja melalui suatu kanal yang berbasis potassium yang terpisah pada permukaan sel. Tidak seperti sulfonylureas yang berlangsung lebih lama didalam tubuh, repaglinide (Prandin) dan nateglinide (Starlix) bekerjanya sangat singkat, dengan efek-efek puncaknya didalam satu jam. Untuk sebab ini, mereka diberikan sampai tiga kali per hari tepat sebelum makan. Karena obat-obat ini juga meningkatkan tingkat insulin yang bersirkulasi, mereka dapat menyebabkan hypoglycemia, namun literatur menyarankan ini kurang sering dari pada hypoglycemia yang terlihat dengan sulfonylureas.

Prandin

Pada suatu studi selama tiga bulan, repaglinide (Prandin) menurunkan nilai-nilai glukosa darah puasa sebesar 61 mg/dL dan nilai-nilai glukosa darah setelah makan sebesar 100 mg/dL. Karena Prandin bekerjanya singkat dan diberikan sebelum makan, itu terutama menguntungkan dalam menurunkan glukosa darah setelah makan dan tidak cenderung untuk menurunkan tingkat glukosa puasa pada tingkat yang sama. Prandin telah digunakan dalam kombinasi dengan obat-obat lain, seperti metformin (Glucophage) , dengan hasil-hasil yang mengesankan. Pada 83 pasien-pasien diabetes tipe 2, kontrol gula darah bertambah baik secara signifikan dengan penambahan Prandin pada Glucophage.

Prandin berinteraksi dengan obat-obat lain. Oleh karenanya, dokter harus sadar pada semua obat-obat lain yang sedang diminum oleh seorang pasien sebelum meresepkan Prandin. Dosis permulaan yang umum adalah 0.5mg sebelum setiap makan dan dapat ditingkatkan sampai 4mg. Dosis harian maksimum adalah 16mg. Prandin digunakan secara hati-hati pada orang-orang dengan kelainan-kelainan ginjal atau hati. Karena Prandin meningkatkan tingkat-tingkat insulin, ia mempunyai risiko yang menyebabkan gula darah yang rendahnya abnormal. Gula-gula darah yang menetap rendah sekali dapat berakibat pada berkeringat, gemetar, bingung, dan dapat menjurus pada koma dan seizure. Sebagai tambahan, penggunaan dari Prandin telah dihubungkan dengan sakit kepala, sakit otot dan persendian, bersamaan dengan infeksi sinus pada beberapa individu. Obat ini jangan digunakan pada ibu yang hamil atau menyusui. Dosisnya mungkin perlu disesuaikan pada orang tua, karena mereka mungkin memetabolisme (mengeliminasi) obat-obat pada tingkat yang lebih perlahan.

Starlix

Nateglinide (Starlix) pada dasarnya mempunyai profil efek-efek sampingan dan interaksi-interaksi yang sama seperti Prandin. Manfaat utama dari Starlix adalah bahwa dosis permulaan dari 120mg tidak perlu disesuaikan keatas, namun agak tetap konstan. Obat-obat ini juga relatif aman untuk digunakan pada orang-orang dengan fungsi ginjal yang terganggu.

Obat-Obat yang mengurangi jumlah Glukosa yang diproduksi oleh Hati

Suatu kelompok dari obat-obat yang disebut biguanides telah digunakan bertahun-tahun di Eropa dan Kanada. Pada tahun1994, FDA menyetujui penggunaan dari biguanide metformin (Glucophage) untuk perawatan diabetes tipe 2 di Amerika. Glucophage adalah unik dalam kemampuannya untuk mengurangi produksi glukosa oleh hati. Singkatnya, karena metformin tidak menaikkan tingkat-tingkat insulin, jika digunakan sendirian, ia biasanya tidak menyebabkan hypoglycemia. Sebagai tambahan, metformin mempunyai suatu efek dengan mana ia cenderung untuk menekan nafsu makan, yang mana mungkin dapat menguntungkan pada orang-orang diabetik yang bertendensi kegemukan. Metformin mungkin digunakan sendirian atau bersama dengan obat-obat oral lainnya atau insulin. Ia jangan digunakan pada pasien-pasien dengan gangguan ginjal dan harus digunakan dengan kehati-hatian pada orang-orang dengan gangguan hati. Biguanides yang lebih tua yang mendahului metformin dihubungkan dengan suatu kondisi serius yang disebut lactic acidosis , suatu pembentukan asam (acid) yang berbahaya didalam darah yang berakibat dari akumulasi obat dan produk-produk uraiannya. Karena metformin lebih aman dalam hubungan ini, dianjurkan bahwa obat itu diberhentikan untuk 24 jam sebelum prosedur apa saja yang melibatkan suntikan dari zat-zat pewarna secara intravenous (seperti untuk beberapa studi-studi dari ginjal) atau operasi dilaksanakan. Zat-zat pewarna dapat mengganggu fungsi ginjal dan menyebabkan suatu penimbunan obat itu didalam darah. Metformin dapat dimulai kembali setelah prosedur-prosedur ini jika pasien telah dapat mengeluarkan air seni secara normal.

Obat-obat yang meningkatkan kepekaan sel-sel terhadap insulin

Kelompok dari obat-obat yang dikenal sebagai thiazolidinediones menurunkan glukosa darah dengan memperbaiki respon dari sel tujuan pada insulin (yaitu meningkatkan kepekaan dari sel-sel pada insulin). Troglitazone (Rezulin) adalah yang pertama dari kelompok ini di Amerika. Karena efek-efek keracunan hati yang berat, troglitazone telah dikeluarkan dari pasar. Campuran-campuran saudaranya sekarang tersedia dengan suatu profil keamanan yang lebih baik. Obat-obat ini termasuk pioglitazone (Actos) dan rosiglitazone (Avandia) .

Pioglitazone (Actos) dan rosiglitazone (Avandia) adalah thiazolidinediones yang disetujui untuk penggunaan di Amerika. Ketika mereka adalah campuran-campuran saudara dari Rezulin , studi-studi secara ektensif telah gagal menunjukan bahwa mereka berhubungan dengan segala persoalan-persoalan hati. Kedua-duanya Avandia dan Actos bekerja dengan meningkatkan kepekaan sel-sel pada insulin. Mereka memperbaiki kepekaan dari sel-sel otot dan lemak pada insulin. Obat-obat ini telah efektif pada penurunan gula darah pada pasien-pasien diabetes tipe 2. Actos dan Avandia bekerja dalam satu jam setelah pemasukan dan digunakan satu kali per hari. Adalah penting untuk mencatat bahwa itu akan memakan waktu sampai enam minggu untuk melihat suatu penurunan tingkat-tingkat glukosa darah dengan obat-obat ini dan sampai 12 minggu untuk melihat suatu manfaat yang maksimal. Actos dan Avandia telah disetujui sebagai terapi lini pertama pada diabetes dan untuk penggunaan dalam kombinasi dengan obat-obat lain. Kedua obat dapat digunakan pada pasien-pasien yang minum obat-obat oral lainnya begitu juga yang menggunakan insulin.

Ketika persoalan-persoalan hati dengan obat-obat ini yang dilaporkan adalah ringan (dan dapat dibalikan dengan pemberhentian obat), kebanyakan dokter-dokter memilih untuk mengikuti suatu rekomendasi awal untuk melakukan tes-tes darah untuk mendeteksi luka hati setiap dua bulan atau lebih selama tahun pertama terapi. Akhir-akhir ini rekomendasi ini telah dicabut. Jika pada saat mana saja tes-tes hati meningkat tiga kali batas normal atas, obatnya harus diberhentikan.

Kontraindikasi-kontraindikasi yang paling penting dari obat-obat ini termasuk tipe penyakit hati apa saja, dan gagal jantung. Penahanan cairan dapat menjadi kekhwatiran utama pada pasien-pasien dengan tanda-tanda dan gejala-gejala gagal jantung dan pada pasien-pasien dengan ejection fractions kurang dari 40% yang mengindikasikan fungsi jantung yang buruk. Ketika laporan-laporan adalah tiga sampai delapan pounds, pengalaman klinis menunjukan dapat terjadi penambahan berat badan sampai dengan 12–15 pounds. Biasanya mayoritasnya adalah cairan, namun suatu kenaikan berat badan secara absolut dapat juga terjadi. Ini lebih mungkin tergantung dosisnya dan , oleh karenanya, kenaikan berat badan dapat menjadi lebih besar dengan dosis-dosis obat yang lebih tinggi. Kenaikan berat badan lebih tegas pada pasien-pasien yang juga menggunakan insulin. Pada garis besarnya, pembengkakkan pergelangan kaki dan keadaan bengkak disebabkan oleh akumulasi cairan dapat dikontrol dengan penambahan suatu diuretic seperti spironolactone (Aldactone) — atau dengan mengurangi dosisnya. Kadangkala, pasien-pasien mungkin cukup simtomatik dari penahanan cairan untuk membenarkan penarikan obat. Beberapa studi-studi akhir telah merekomendasikan suatu hubungan antara pioglitazone dan rosiglitazone dan kejadian-kejadian kardiak yang tidak menguntungkan, contohnya, serangan-serangan jantung, walaupun hubungan-hubungan ini adalah kontroversial. Dengan mengabaikan kontroversi, adalah dipastikan bahwa pioglitazone dan rosiglitazone harus dihindari pada pasien-pasien dengan gagal jantung simtomatik atau gagal jantung.

Kekhwatiran yang lebih baru lainnya adalah suatu hubungan dari perawatan dengan suatu peningkatan kecil dari frekwensi retakan dari tulang-tulang panjang distal (distal long bones) dari lengan-lengan dan kaki-kaki. Pada saat ini, ini tidak diterjemahkan kedalam retakan-retakan dari pinggul dan tulang belakang, yang secara klinis lebih mengkhwatirkan. Lebih banyak data yang diperlukan untuk membuat suatu pernyataan yang pasti tentang penyebab dan efek pada saat ini.

Sebagai suatu bisikan, Actos dan Avandia mempunyai suatu manfaat tambahan dari perubahan pola-pola kolesterol pada diabetes. HDL (atau kolesterol baik) meningkat dengan obat-obat ini, dan triglycerides sering menurun. Ketika ada beberapa kontroversi menyangkut apa yang terjadi pada tingkat-tingkat kolesterol jahat (LDL), ada suatu usulan bahwa Actos mungkin unggul dalam merubah profil-profil lipid dari pada Avandia. Pada populasi diabetik ini, itu sudah berada pada peningkatan risiko penyakit jantung, suatu perbaikan pada profil kolesterol adalah bermanfaat. Ketika semakin banyak data yang tersedia, ada bukti-bukti yang menggunung bahwa kelompok dari obat-obat ini dapat menyediakan manfaat langsung pada jantung dan pembuluh-pembuluh darah besar dan dapat benar-benar berharga dalam pencegahan kemajuan dari diabetes pada individu-individu yang berisiko tinggi dengan mengurangi peradangan dan dengan mengurangi faktor-faktor penggumpalan. Dengan berjalannya waktu, saya tidak mempunyai keraguaan bahwa penggunaan dari kelompok obat-obat ini akan berkembang.

Obat-Obat yang mengurangi penyerapan Karbohidrat dari Usus halus

Sebelum diserap kedalam aliran darah, karbohidrat-karbohidrat harus diuraikan dahulu kedalam partikel-partikel gula yang lebih kecil, seperti glukosa, oleh enzim-enzim didalam usus kecil. Satu dari enzim-enzim yang terlibat dalm penguraian karbohidrat disebut alpha glucosidase . Dengan menghambat ezim ini, karbohidrat-karbohidrat tidak diuraikan secara efisien dan penyerapan glukosa tertunda atau diperlambat.

Precose

Nama dari penghambat alpha glucosidase yang tersedia di Amerika adalah acarbose (Precose) . Pada percobaan-percobaan klinis dengan lebih dari 700 pasien-pasien, penggunaan dari Precose dihubungkan dengan suatu reduksi pada nilai dari hemoglobin A1c (suatu ukuran yang dikenal dari gula-gula darah rata-rata tiga bulan sebelumnya) yang lebih besar secara signifikan dari pada penggunaan placebo (tidak ada perawatan). Bagaimanapun, sebagai suatu obat tersendiri, Precose tidak seefektif obat-obat diabetes lainnya. Karena Precose bekerja didalam usus, efeknya adalah additive pada obat-obat diabetik yang bekerja pada sisi-sisi lain, seperti sulfonylureas. Studi klinis telah menunjukan secara statistik pengontrolan yang lebih baik dari gula darah pada pasien-pasien yang dirawat dengan Precose dan suatu sulfonylurea dibandingkan dengan sulfonylurea sendiri saja. Precose saat ini digunakan sendiri atau dalam kombinasi dengan suatu sulfonylurea.

Precose diminum tiga kali sehari pada waktu mulai makan. Dosisnya bervariasi dari 25 sampai 100mg pada setiap kali makan. Dosis maksimum yang direkomendasikan adalah 100mg tiga kali sehari. Pada dosis lebih tinggi dari ini, pembalikan kelainan-kelainan pada hati dapat terlihat. Karena aksi mekaniknya, Precose mempunyai efek-efek samping pencernaan (gastrointestinal) secara signifikan. Sakit perut (abdominal pain), diare, dan gas adalah umum dan terlihat pada sampai dengan 75% dari pasien-pasien yang meminum Precose. Untuk sebab ini, Precose diminum dengan menggunakan suatu dosis awal yang rendah yang ditingkatkan dari minggu ke minggu tergantung dari toleransi pasien. Kebanyakan dari gejala-gejala pencernaan (gastrointestinal) cenderung mereda melalui perjalanan dari beberapa minggu walaupun beberapa pasien-pasien melaporkan persoalan-persoalan yang gigih/menetap.

Obat-Obat baru yang mempengaruhi Kontrol Glycemic

Symlin (pramlintide)

Symlin adalah yang pertama dalam suatu kelompok dari obat-obat anti-hiperglikemik yang dapat disuntikan untuk digunakan pada pasien-pasien diabetes tipe 2 atau diabetes tipe 1 yang dirawat dengan insulin. Pramlintide, unsur yang aktif dalam Symlin, adalah suatu synthetic analog dari amylin manusia, suatu hormon neuroendokrin yang terjadi secara alamiah yang disintesis oleh sel-sel beta pankreas yang membantu mengontrol pengontrolan glukosa setelah makan. Amylin, serupa insulin, tidak hadir atau kekurangan pada pasien-pasien diabetes. Ketika digunakan dengan insulin, campuran ini dapat memperbaiki kontrol glikemik (glycemic control) dan mempunyai manfaat tambahan yang tidak dapat direalisasikan dengan insulin sendiri saja.

Menurut data yang dipublikasikan, Symlin mengurangi puncak-puncak gula darah setelah makan, mengurangi fluktuasi glukosa sepanjang hari, memperbesar kepuasan yang berlebihan (rasa kenyang) menjurus pada penurunan berat badan yang berpotensi, dan menurunkan keperluan-keperluan insulin waktu makan. Studi-studi telah menunjukan itu memperbaiki A1C jauh diatas efek dari insulin sendiri saja.

Symlin disuntikan tepat sebelum makan, tiga kali sehari. Ia diberikan dalam bentuk suntikan dan digunakan untuk:

  • Diabetes tipe 2, sebagai suatu perawatan tambahan pada pasien-pasien yang menggunakan terapi insulin waktu makan dan telah gagal untuk mencapai kontrol glukosa yang diinginkan walaupun dengan terapi insulin yang optimal, dengan atau tanpa suatu agen sulfonylurea dan/atau metformin yang berbarengan.
  • Diabetes tipe 1, sebagai suatu perawatan tambahan pada pasien-pasien yang menggunakan terapi insulin waktu makan dan telah gagal untuk mencapai kontrol glukosa yang diinginkan walaupun dengan terapi insulin yang optimal.

Symlin dipertimbangkan sebagai suatu opsi terapi pada pasien-pasien diabetes tipe 2 atau tipe 1 yang menggunakan insulin, yang tidak mampu mencapai kontrol glikemik yang memadai meskipun dengan management insulin secara individu. Pasien diabetes tipe 2 pengguna insulin dapat juga menggunakan suatu agen sulfonyurea dan/atau metformin bersamaan.

Efek sampingan utama dari Symlin adalah mual, dan ini dapat dikurangi dengan suatu peningkatan dosis yang perlahan dan terus menerus. Efek sampingan utama lainnya adalah hypoglycemia (tingkat-tingkat gula darah yang rendahnya membahayakan). Untuk menghindari ini, dosis insulin waktu makan harus dipotong menjadi separuh ketika memulai Symlin. Yang perlu dicatat adalah derajat penurunan berat badan yang terlihat dengan terapi symlin. Studi-studi sampai dengan enam bulan menunjukan penurunan berat badan yang lebih besar dari enam pound dari pada placebo (pil-pil yang tidak aktif).

Byetta (exenatide)

Byetta (exenatide) adalah suatu obat baru di pasar yang berasal dari suatu tempat yang menarik (air liur monster Gila - Gila monster's saliva). Ilmuwan-ilmuwan yang sedang mempelajari kadal kecil ini mencatat ia dapat bertahan hidup lama sekali tanpa makan. Mereka menemukan suatu unsur didalam air liurnya yang memperlambat pengosongan lambung/perut, jadi membuat kadal merasa kenyang lebih lama. Unsur ini adalah serupa dalam sifatnya dengan hormon usus yang ditemukan pada manusia yang dikenal sebagai GLP-1. GLP-1 didalam tubuh diuraikan oleh suatu enzim yang disebut DPP-IV . Jadi, jika anda dapat membuat suatu unsur seperti GLP-1 yang tidak begitu mudah diuraikan, ini akan mempunyai manfaat yang berpotensi; oleh karenanya, studi-studi dimulai. Akhirnya, setelah memodifikasi hormon ini, exenatide (dengan nama dagang Byetta ) dikembangkan. Byetta adalah yang pertama dalam suatu kelompok baru dari obat-obat untuk perawatan diabetes tipe 2 yang disebut peniru-peniru incretin (incretin mimetics ). Byetta telah menunjukan mempunyai banyak efek-efek yang sama pada pengaturan gula seperti GLP-1, jadi ia meniru fisiologi alamiah tubuh untuk pengaturan gula darah sendiri. Yaitu, ia memperlambat pelepasan dari glukosa dari hati, memperlambat pengosongan perut dengan demikian mengatur penyerahan dari nutrisi-nutrisi kepada usus untuk penyerapan, dan bekerja secara sentral di otak untuk mengatur lapar.

Byetta diindikasikan sebagai terapi tambahan untuk memperbaiki kontrol gula-gula darah pada pasien-pasien diabetes tipe 2 yang menggunakan metformin, suatu sulfonylurea, atau suatu kombinasi dari metformin dan suatu sulfonylurea namun yang belum mencapai kontrol gula yang memadai. Itu meningkatkan cara sel-sel beta penghasil insulin bekerja didalam pankreas. Pengeluaran insulin hanya meningkat ketika gula-gula darah tinggi dan menurun ketika gula-gula darah menuju ke normal. Sebagai tambahan meningkatkan fisiologi yang normal dari sel beta, Byetta menekan pelepasan glukosa dari hati, melambatkan pengosongan perut dan penyerapan dari nutrisi-nutrisi termasuk karbohidrat, dan mengurangi masukan dari makanan.

Tepat seperti Symlin, Byetta diberikan melalui suntikan, namun ia diberikan dua kali sehari (biasanya sebelum makan pagi dan makan malam). Ia didapat dalam bentuk fulpen yang dapat dibuang dan tersedia dalam dua dosis. Tujuannya adalah memulai dengan dosis yang lebih rendah untuk satu bulan dan kemudian meningkat ke dosis yang lebih tinggi jika diperlukan dan jika dapat ditoleransikan. Serupa dengan Symlin, efek sampingan utama adalah mual, kemungkinan besar disebabkan oleh efek-efek atas pengosongan perut. Obat ini adalah peka terhadap temperatur dan direkomendasikan bahwa fulpen-fulpen disimpan pada temperatur 36-46 derajat Fahrenheit. Baru-baru ini, ini telah berubah, dengan suatu rekomendasi bahwa fulpen-fulpen yang belum dibuka ditaruh di lemari es, dan sekali dibuka, fulpen-fulpen dapat ditinggalkan pada temperatur ruangan. Risiko hypoglycemia masih tetap suatu kemungkinan dengan Byetta, terutama ketika digunakan dalam kombinasi dengan sulfonylureas. Dokter anda mungkin memilih untuk mengurangi dosis dari beberapa obat-obat anda lainnya ketika mengevaluasi pada awal bagaimana anda merespon terhadap Byetta.

Serupa seperti Symlin, pengurangan berat badan terlihat dengan Byetta pada mayoritas dari pasien-pasien. Ini membuat ia terutama cocok untuk pasien yang secara khas dengan diabetes tipe 2 yang juga kelebihan berat badan.

Suatu Byetta yang bekerja lebih lama sekarang sedang dalam pertimbangan untuk disetujui oleh FDA. Ini akan mengizinkan manfaat-manfaat yang sama (dan efek-efek sampingan) tanpa keperluan untuk suntikan-suntikan yang begitu sering.

DPP-IV inhibitors

GLP-1 didalam tubuh diurai oleh suatu enzim yang disebut DPP IV . Secara logika, anda dapat membuat suatu GLP-1 sintetik yang tidak diurai oleh enzim ini (contohnya Byetta) atau anda dapat mencoba memberhentikan enzim yang mengurai GLP-1 yang telah dibuat oleh tubuh anda. Karenanya, obat-obat kelompok baru disebut DPP IV inhibitors . Mereka tepatnya mengerjakan yang itu yang adalah menghalangi enzim ini dari penguraian GLP-1. Ini mengizinkan GLP-1 yang sudah ada didalam darah untuk beredar lebih lama. Ada sejumlah perusahaan yang bekerja pada kelompok obat ini dan FDA baru saja menyetujui obat pertama dalam kelompok ini yang dibuat oleh Merck dan disebut Januvia . Januvia dapat digunakan dalam kombinasi dengan obat-obat lain tertentu dan harus disesuaikan dosisnya pada pasien-pasien dengan fungsi ginjal yang buruk.

Obat-obat ini pada dasarnya mempunyai profil efek sampingan yang sama seperti Byetta; bagaimanapun, mereka semua ada dalam bentuk pil. Ketika Byetta mempunyai suatu profil penurunan berat badan yang signifikan, DPP-IV inhibitors sejauh ini tidak mempunyai efek pada berat badan.

Kombinasi Obat-Obatan

Glyburide/metformin (Glucovance), rosiglitazone/metformin (Avandamet), glipizide/metformin (Metaglip), dan pioglitazone/metformin (Actosplusmet) adalah empat pil-pil kombinasi yang relatif baru yang ada di pasar untuk merawat diabetes.

  • Glucovance mengkombinasikan glyburide dengan metformin dalam beragam dosis-dosis.
  • Avandamet adalah suatu kombinasi dari dosis-dosis yang beragam dari Avandia dan metformin.
  • Actosplusmet adalah suatu kombinasi dari dosis-dosis yang beragam dari pioglitazone dan metformin.
  • Metaglip adalah suatu pil kombinasi mengandung glipizide dan metformin dalam beragam kekuatan.

Manfaat dari obat-obat kombinasi ini adalah bahwa ada lebih sedikit pil-pil yang digunakan/diminum, mudah-mudahan menuju pada suatu pemenuhan yang lebih baik. Ketika mereka bekerja dengan baik, saya secara pribadi menyukai memberikan pasien-pasien obat-obat secara individu sampai saya tahu dosis-dosis apa yang bekerja, dan kemudian menukar pada suatu pil kombinasi sekali pasien telah stabil pada dosis-dosis dari obat-obat individu untuk suatu periode waktu.

Perawatan Diabetes dengan Insulin

Insulin adalah aliran utama dari perawatan untuk pasien-pasien diabetes tipe 1. Insulin juga adalah penting pada diabetes tipe 2 ketika tingkat-tingkat glukosa darah tidak dapat dikontrol dengan diet, penurunan berat badan, olahraga, dan obat-obat oral.

Idealnya, insulin harus dimasukkan dengan suatu cara yang meniru pola alamiah dari pengeluaran insulin oleh suatu pankreas yang sehat; bagaimanapun, pola yang kompleks dari pengeluaran insulin oleh pankreas adalah sulit untuk diduplikasikan. Meski demikian, kontrol glukosa darah yang memadai tetap dapat dilaksanakan dengan perhatian yang penuh kehati-hatian pada diet, olahraga secara reguler, monitor glukosa darah dirumah, dan injeksi insulin yang berkali-kali sepanjang hari.

Pada masa lalu, insulin didapat dari sumber binatang, terutama sapi dan babi. Tidak hanya saja ada suatu persoalan dengan kecukupan suplai insulin untuk memenuhi kebutuhan, namun insulin sapi dan babi juga mempunyai persoalan-persoalan spesifik. Berasal dari bintang tipe-tipe insulin ini menyebabkan reaksi-reaksi imun pada beberapa orang-orang. Pasien-pasien akan menjadi tidak toleran atau resisten pada insulin binatang. Dengan percepatan dari penelitian secara ilmiah pada pertengahan akhir abad duapuluh, insulin sapi dan babi diganti dengan insulin manusia. Pada tahun 1977, gen untuk insulin manusia dikloning, dan melalui teknologi modern, insulin manusia yang dimanufaktur telah tersedia. Insulin manusia sekarang telah digunakan secara luas.

Insulin sekarang tersedia dalam suatu variasi dari preparat-preparat yang berbeda dalam jumlah waktu mengikuti injeksi sampai mereka mulai bekerja dan durasi dari aksi mereka. Karena perbedaan-perbedaan ini, kombinasi-kombinasi dari seringkali digunakan untuk mengizinkan suatu regimen kontrol gula darah yang lebih dicocokkan.

Sebagai contoh, seorang pasien dapat melakukan suatu suntikan dari Lantus pada pagi hari dan sore hari untuk menyediakan suatu garis dasar dari insulin selama suatu periode dari 24 jam. Sebagai tambahan, pasien yang sama dapat melakukan suatu suntikan dari Humalog tepat sebelum makan untuk mencakupi peningkatan beban karbohidrat setelah makan.

Beragam Metode Pemberian Insulin

Tidak hanya beragam preparat-preparat insulin yang berkembang, begitu juga dengan metode-metode memasukkan insulinnya.

Pre-filled insulin pens

Dahulu, insulin tersedia hanya dalam suatu bentuk yang dapat disuntikan yang melibatkan semprotan-semprotan yang dapat dibawa (yang beberapa dekade lalu terbuat dari gelas dan memerlukan sterilisasi), jarum-jarum, botol-botol kecil insulin, dan kain-kain penyeka alkohol. Tidak perlu dikatakan bahwa pasien-pasien seringkali menemukan kesulitan untuk melakukan beberapa suntikan setiap harinya, dan sebagai akibatnya kontrol gula darah yang baik seringkali dikompromikan. Banyak perusahaan-perusahaan farmasi sekarang menawarkan metode-metode pemasukkan insulin yang bijaksana dan menyenangkan.

Kedua-duanya Novo Nordisk dan Lily mempunyai suatu sistim pemasukkan insulin berbetuk pen. Sistim ini serupa dengan suatu pelor tinta (ink cartridge) didalam suatu fulpen. Suatu alat ukuran pena yang kecil memegang suatu pelor insulin (biasanya mengandung 300 units). Pelor-pelor (cartridges) tersedia dalam formula-formula insulin yang paling luas digunakan. Jumlah insulin yang akan disuntikan diputar dengan memutar dasar dari pena sampai jumlah unit-unit yang diperlukan terlihat pada jendela untuk melihat dosis. Ujung dari pena terdiri dari suatu jarum yang diganti setiap kali suntik. Suatu mekanik pelepasan mengizinkan jarum untuk masuk tepat dibawah kulit dan menyerahkan jumlah insulin yang diminta. Pelor-pelor (cartridges) dan jarum-jarum dibuang ketika selesai dan yang baru dimasukkan. Pada banyak kasus-kasus, seluruh pena dibuang. Alat-alt penyerahan insulin ini adalah lebih tidak susah digunakan dari pada metode-metode tradisional.

Pompa Insulin

Kemajuan yang tersedia yang paling akhir dalam penyerahan insulin adalah pompa insulin. Di Amerika, MiniMed, Deltec dan Disetronic memasarkan pompa insulin. Suatu pompa insulin terdiri dari suatu reservoir pompa serupa dengan yang dari suatu pelor insulin (insulin cartridge), suatu pompa yang dioperasikan oleh baterai, dan suatu computer chip yang mengizinkan pengguna untuk mengontrol secara tepat jumlah insulin yang disalurkan. Pada saat ini, pompa-pompa dipasaran ukurannya sebesar suatu pager atau beeper. Pompa dipasang pada suau tabung plastik yang tipis (suatu set infus) yang mempunyai suatu cannula (seperti suatu jarum tapi lembut) pada ujungnya dimana insulin melewatinya. Cannula ini dimasukkan dibawah kulit, biasanya pada perut. Cannula diganti setiap dua hari. Penabungan ini dapat dilepaskan waktu mandi atau berenang. Pompa digunakan untuk penyerahan insulin secara terus menerus, 24 jam sehari. Jumlah insulin diprogram dan dimasukkan pada suatu angka yang konstan (basal rate). Seringkali, jumlah insulin yang diperlukan selama 24 jam bervariasi tergantung dari faktor-faktor seperti olahraga, tingkat aktivitas, dan tidur. Pompa insulin mengizinkan pengguna untuk memprogram banyak angka-angka basal yang berbeda untuk mengizinkan gaya hidup yang bervariasi ini. Sebagai tambahan, pengguna dapat memprogram pompa untuk menyerahkan tambahan insulin selama waktu makan untuk menutupi permintaan-permintaan insulin yang berlebihan yang disebabkan oleh proses pencernaan karbohidrat-karbohidrat dengan makanan.

Lebih dari 50,000 orang didunia menggunakan pompa insulin. Angka ini bertambah secara dramatis karena alat-alat ini menjadi lebih kecil dan lebih user–friendly. Pompa-pompa insulin mengizinkan kontrol gula darah yang ketat dan fleksibilitas gaya hidup sembari mengecilkan efek-efek dari gula darah yang rendah (hypoglycemia). Pada saat ini, pompa adalah alat dipasar yang paling mendekati suatu pankreas tiruan (artificial pancreas). Akhir-akhir ini, model-model pompa yang lebih baru telah dikembangkan yang tidak memerlukan suatu tabung, faktanya - alat penyerahan insulin ditempatkan langsung diatas kulit dan penyesuaian-penyesuaian apa saja yang diperlukan untuk penyeraan insulin dilakukan melalui suatu alat seperti PDA yang harus dipertahankan dalam suatu batasan jarak 6 kaki (foot) dari alat penyerahan insulin, dan dapat dipakai didalam suatu saku, ditaruh didalam dompet, atau diatas meja ketika waktu bekerja.

Mungkin inovasi dari teknologi pompa yang paling menggairahkan adalah kemampuan untuk menggunakan pompa berduaan dengan teknologi sensor glukosa yang lebih baru. Sensor-sensor glukosa telah bertambah baik secara dramatis pada beberapa tahun akhir ini, dan adalah suatu opsi untuk pasien-pasien untuk memperoleh wawasan/pengertian yang lebih jauh kedalam pola-pola respon glukosanya untuk menyesuaikan suatu cara perawatan yang lebih individu. Generasi yang terbaru dari sensor-sensor mengizinkan untuk memberikan pada pasien suatu nilai glukosa yang seketika (real time). Sensor yang dapat ditanam berkomunikasi secara tanpa kabel (wirelessly) denga suatu alat sebesar pager yang mempunyai suatu layar. Alat dipertahankan dekat sensor untuk mengizinkan pemindahan data, bagaimanapun, itu dapat beberapa kaki jauhnya dan tetap masih menerim informasi yang dipancarkan. Tergantung dari model, layar memperlihatkan pembacaan gula darah, suatu urutan dari bacaan pada suatu waktu, dan suatu angka perubahan yang berpotensi dari nilai-nilai glukosa. Sensor-sensor dapat diprogram untuk menghasilkan suatu "beep" jika gula-gula darah ada dibatasan yang dipilih sebagai terlalu tinggi atau terlalu rendah. Beberapa dapat menyediakan suatu beep peringatan jika penurunan gula darah terjadi terlalu cepat.

Untuk membawa hal-hal satu tingkat lebih jauh, ada suatu sensor istimewa yang baru dipasar yang diciptakan untuk berkomunikasi langsung dengan pompa insulin. Ketika pompa tidak merespon langsung pada informasi dari sensor, ia memeinta suatu respon dari pasien jika ada suatu keperluan untuk penyesuaian menurut pola-pola yang diprogram untuk mendeteksi. Tujuan akhir dari teknologi ini adalah untuk "close the loop" dengan mensensor secara terus menerus apa yang dibutuhkan oleh tubuh, dan kemudian merespon dengan menyediakan dosis insulin yang tepat. Ketika teknologi ini masih beberapa tahun lagi dalam pembuatan, langkah-langkah pada arah ini berlanjut untuk berkembang.

Insulin yang dihirup

Insulin yang dihirup, dipasarkan oleh Pfizer pada tahun 2006, disetujui oleh FDA. Bentuk penghirupan insulin ini disebut Exubera . Insulin dikemas didalam kemasan-kemasan blister yang kering yang dimasukkan kedalam suatu alat penghirup. Alat ini membuka kemasan-kemasan bubuk mengizinkan insulin untuk masuk ke suatu ruang/kamar yang mempunyai suatu potongan mulut dimana pengguna dapat menghirup insulin melaluinya. Exubera mempunyai suatu aksi puncak yang menyerupai Humalog (aksi yang cepat), dan suatu durasi aksi yang menyerupai insulin reguler (aksi yang pendek). Dia dapat dikombinasikan dengan obat oral pada pasien-pasien diabetes tipe 2 atau digunakan sendiri. Pada pasien-pasien diabetes tipe 1 insulinnya harus dikombinasikan dengan suatu insulin basal yang beraksi lebih lama seperti glargine .

Profil efek sampingan dari insulin yang dihirup adalah mirip dengan insulin-insulin lain, dan pengguna harus sadar atas hipoglikemia. Sebagai tambahan, karena insulin diserap melalui paru-paru, ada kekhwatiran awal menyangkut fungsi paru. Ketika ada suatu penurunan yang sedikit pada fungsi paru dengan penggunaan awal dari Exubera, ini menjadi stabil secara cepat dan kembali ke garis dasar dari kontrol-kontrol yang dicocokkan dengan umur ketika Exubera dihentikan. Karena ini masih suatu produk baru, direkomendasikan bahwa pasien mana saja yang mulai dengan insulin yang dihirup mempunyai tes-tes fungsi paru yang telah dikerjakan sebelum memulai perawatan. Jika nilai-nilai garis dasar dari FEV1 (suatu ukuran dari fungsi paru) adalah kurang dari 70%, Exubera tidak diberikan. Setelah penggunaan enam bulan tes-tes fungsi paru dilaksanakan kembali; jika tercatat perburukan, Exubera dihentikan.

Exubera jangan digunakan pada perokok reguler atau sebentar-sebentar dan pasein-pasien yang memerlukan dosis-dosis insulin yang sangat kecil. Meskipun demikian, pada populasi yang benar, ini adalah suatu opsi yang besar.

Catatan : Sayangnya, penerimaan Exubera adalah buruk selama setahun atau lebih waktu ia tersedia sejak peluncurannya pada tahun 2006. Baru-baru ini dibulan oktober 2007, perusahaan Pfizer memutuskan untuk tidak menjual produk ini lagi. Sebagian dari persoalan ini adalah waktu yang diperlukan untuk mengajari alat ini dan keunikan -keunikan dari format penyerahan. Ketika tidak ada kekhwatiran-kekhwatiran medis utama yang tercatat dengan penggunaannya, ia hanya tidak diterima oleh pasien-pasien dan dokter-dokter. Barangkali kita akan melihat modaliti ini kembali dalam suatu inkarnasi penggunaan yang lebih mudah.

Intranasal, Transdermal

Rute-rute penyerahan insulin lainnya juga telah dicoba. Penyerahan insulin intranasal diperkirakan menjanjikan. Bagaimanapun, metode ini dihubungkan dengan penyerapan yang buruk dan iritasi hidung (nasal irritation). Transdermal insulin (penyerahan melalui penempelan pada kulit) juga telah menghasilkan hasil-hasil yang mengecewakan pada saat ini. Insulin dalam bentuk pil juga sekarang masih belum efektif karena enzim-enzim pencernaan didalam perut menguraikannya.

Masa Depan Pencangkokan Pankreas

Akhirnya, tujuan dalam memanage diabetes tipe 1 adalah menyediakan terapi insulin dengan suatu cara yang meniru pankreas yang alami. Mungkin terapi yang mendekati yang tersedia pada saat ini adalah suatu transplantasi (cangkok) pankreas. Beberapa pendekatan-pendekatan pada transplantasi pankreas saat ini sedang dipelajari, termasuk keseluruhan pakreas dan sel-sel islet yang terisolasi (kelompok-kelompok sel-sel ini mengandung sel-sel beta yang bertanggung jawab untuk produksi insulin). Data yang tersedia dari tahun 1995 mengindikasikan bahwa hampir 8,000 pasien-pasien menjalani transplantasi pankreas. Kebanyakan pasien-pasien menjalani transplantasi pankreas pada saat yang bersamaan dengan transplantasi ginjal untuk penyakit ginjal diabetik.

Transplantasi bukannya tanpa risiko. Kedua-duanya yaitu operasi sendiri dan penekanan imun yang harus terjadi sesudahnya menghadapkan risiko-risiko signifikan pada pasien. Untuk sebab-sebab ini, ginjal dan pankreas biasanya ditransplantasikan pada saat yang sama. Pada saat ini, ada perselisihan paham tentang trasplantasi pankreas keseluruhan pada pasien-pasien yang sekarang ini tidak memerlukan transplantasi ginjal. Persoalan dari apakah manfaat-manfaat lebih banyak dari pada risiko-risiko pada pasien-pasien ini masih dalam perdebatan. Ada juga suatu kesempatan bahwa diabetes akan terjadi pada pankreas yang ditransplantasikan. Sel-sel islet yang ditransplantasikan secara selektif adalah suatu alternatif yang menarik pada transplantasi pankreas keseluruhan. Bagaimanapun, kekhwatiran atas penolakan tetap ada. Usaha-usaha untuk menyamarkan sel-sel islet pada jaringan-jaringan yang tidak akan ditolak oleh tubuh (contohnya, dengan mengelilingi sel-sel islet dengan sel-sel pasien sendiri dan kemudian menanamkan mereka) sedang berlangsung. Sebagai tambahan, peneliti-peneliti sedang menjelajahi rintangan-rintangan buatan yang dapat mengelilingi sel-sel islet, menyediakan perlindungan terhadap penolakan, dan masih mengizinkan insulin untuk masuk kedalam aliran darah.

SARAN PENGGUNAAN DENGAN TAHITIAN NONI , BILA PENDERITA SUDAH MEMAKAI INSULIN YANG DI CEK KE LAB C Peptide, BILA BELUM MEMAKAI INSULIN YANG DICEK Hba 1 C

totalkesehatananda.com

Tue, 2 Feb 2010 @23:39


1 Komentar
image

Sat, 6 Feb 2010 @08:37

David

saran saya, selain sblm pemakaian noni para pasien diharuskan utk cek lab dulu, stlh cek lab takaran yg diharuskan adalah brp itu tolong ditulis sekalian.


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 8+0+6

Copyright © 2012 ANDRI · All Rights Reserved